Pentingnya Kemampuan Wirausaha bagi Generasi
muda Indonesia
Di era abad 21 ini,perkembangan jumlah
populasi manusia di dunia semakin meningkat.termasuk juga di indonesia,jumlah
manusia di indonesia pada sensus penduduk 2010, mencapai lebih dari 400 juta
jiwa. Seiring dengan perkembangan populasi yang semakin tumbuh dengan pesatnya,
semakin tinggi pula tingkat pengangguran manusia pada usia produktif karena
kesulitan mencari lapangan pekerjaan. Tentu saja ini menjadi suatu permasalahan
yang sangat sulit di pecahkan pemerintah, banyak individu atau
kelompok-kelompok masyarakat yang memberatkan permasalahan tersebut kepada
pemerintah, padahal pemerintah sendiri telah banyak mencanangkan
program-program kewirausahaan, dan seharusnya permasalahan tersebut bukan hanya
tugas pemerintah terhadap masyarakat untuk menyediakan lapangan kerja,tetapi
tugas masyarakat sendiri. Mencari pekerjaan memang sulit. Tapi,kita sebagai
masyarakat modern sudah sepatutnya berfikir panjang dan dewasa terhadap
permasalahan lapangan pekerjaan. Sudah pasti pekerjaan di cari seseorang agar
seseorang bisa mendapatkan uang untuk bisa bertahan hidup dan juga
memperbaiki kualitas ekonomi individu ataupun keluarga.
Dalam sebuah pertemuan di istana negara, wapres Boediono mengajak para
pengusaha indonesia untuk bersama menyelamatkan generasi muda indonesia yang
secara geografis di untungkan dengan banyaknya usia produktif di Indonesia.
Namun, jika potensinya tidak di asah dalam berwirausaha,akan menjadi
masalah besar juga.
Apakah anda setuju dengan kondisi masyarakat indonesia saat ini, dimana
masyarakat tersebut banyak yang “menjadi buruh di bangsa sendiri?”. Tentu saja
keadaan tersebut menjadi suatu permasalahan yang sangat “vital” bagi
bangsa indonesia. Mengap begitu?,tentu saja,karena di tengah bangsa yang
berlimpah kekayaan sumber daya alam ini,rakyatnya sendiri masih harus menjadi buruh.
Sebagai masyarakat yang modern,apalagi seorang yang berpendidikan kita jangan
hanya mencari pekerjaan, tetapi kita juga harus bisa menciptakan lapangan
pekerjaan dengan berwirausaha. Kita sudah sering mendengar kalimat “sebuah
bangsa bisa maju,jika wirausahanya maju”. Kalimat tersebut bukan hanya omong
kosong belaka, dapat di buktikan dengan negara-negara maju di dunia,diantaranya
amerika,singapura,dan beberapa negara-negara maju lainnya.mereka bisa maju
karena masyarakat negara tersebut banyak yang berwirausaha. Seharusnya setiap
masyarakat harus memiliki mental BOSS ,jangan hanya menjadi mental
pekerja saja. Dengan sebuah ide kecil yang INOVATIF , maka wirausaha dapat
terwujud. Sudah banyak contoh ide-ide kreatif dari para wirausahawan, tinggal
kita-nya harus bisa mengaplikasikan ide-ide yang kita dapat untuk
menjadi sebuah karya yang inovatif.
Kemampuan berwirausaha dapat diperoleh dari berbagai pelatihan-pelatihan,seminar,atau
dengan berinteraksi langsung kepada para pelaku wirausaha. Dengan
melakukan hal-hal tersebut kita bisa mendapatkan ilmu serta pelajaran wirausaha
dan langsung bisa terjun kedalam dunia USAHA yang sangat luas.
Meningkatkan mental generasi muda dalam berwirausaha adalah salah satu cara
untuk membangun jiwa enterpreneur yang tangguh. Karena ,walaupun seseorang
memahami strategi wirausaha tapi dia tidak berani terjun ke dalam dunia
usaha,maka proses wirausaha pun tidak akan terwujud. Banyak yang takut akan
ketatnya persaingan dengan perusahaan asing yang bermodal besar, sehingga
menciutkan mental dari para enterpreneur muda indonesia. Sebenarnya, persaingan
terjadi bukan untuk saling menjatuhkan antar pengusaha,tetapi persaingan
terjadi untuk lebih memotivasi para pengusaha tersebut untuk lebih berinovasi
dalam hasil produksi,distribusi,dan pemasarannya.
Sebuah kata yang cukup banyak dikatakan dan didengar generasi muda indonesia
diantaranya adalah kata “gaul”. Namun para pemuda tersebut banyak yang
salah menanggapi akan pergaulannya,biasanya pemuda yang lebih banyak bepergian
ke tempat-tempat hiburan dan perbelanjaan adalah pemuda yang gaul. Seharusnya
para pemuda indonesia harus bisa lebih memahami kata gaul yang memiliki arti luas.
Banyak pemuda yang tidak merasakan dan memahami akan pergaulan mereka, “apakah menggauli?,
Atau digauli?”. Pemuda kita banyak yang merasa GAUL ketika mereka “di
gauli” . Contoh,mereka berani menyebutkan “gue anak gaul nih ,semalem aja
abis nongkrong di club,pakaian import,HP keluaran baru juga.” . melihat
contoh tersebut, seharusnya kita sadar, bahwa kita sedang di gauli oleh para
pengusaha-pengusaha yang inovatif dalam usahanya,sehingga menjadikan
masyarakat lebih memilih sifat konsumtif daripada produktif. Mengapa mereka
bisa sehebat itu ketika Sifat masyarakat cenderung menjadi konsumtif ?
karena para pengusaha memiliki pemikiran yang briliant dan berhasil
mengaplikasikan produk-produk dari pengusaha-pengusaha yang lebih dahulu
sehingga menjadikan inovasi baru dalam wirausahanya.Masyarakat utamanya pemuda
harus gaul,tetapi mereka harus melihat gaul tersebut dari perspektif
positifnya. Karena dengan kita bergaul pada segi positif,kita akan mendapatkan
ilmu-ilmu yang bermanfaat.
Jika setiap
masyarakat sadar akan pentingnya wirausaha,tentu saja dapat menekan jumlah
pengangguran di indonesia. Oleh karena itu, kita sebagai warga negara harus
memiliki mental tangan di atas yang senantiasa memberi kepada sesama
,jangan hanya bersifat tangan dibawah dengan mengharapkan pemberian dari orang
lain. Berwirausahalah demi kebaikan diri sendiri dan indonesia[1].
Dari hobi hobi lu semua juga bisa kok awal mulanya jadi
pengusaha,mau tau?
Nih
Tidak ada komentar:
Write komentar